Kasir Toko Maling Uang – Seorang kasir toko grosir di Lampung diprediksi melaksanakan penipuan dengan metode menggelapkan duit industri sampai ratusan juta rupiah. Modusnya terbilang apik, menggunakan akses penuh terhadap sistem keuangan serta stok benda.
Owner toko, Inawati, menuturkan, pelakon ialah karyawan bernama Teodora Septiana yang sudah bekerja semenjak Januari 2021 sampai November 2022.
Kisah Awal Sang Kasir Toko Maling Uang Diceritakan Oleh Majikan
Sepanjang bekerja, pelakon dipercaya penuh melaksanakan operasional. Mulai dari pencatatan keuangan, transaksi penjualan, sampai keluar- masuk benda.
“ Ia pegang seluruh, dari pembukuan, nota, hingga stok benda. Jadi satu orang mengelola seluruhnya,” ucap Innawati di Majelis hukum Negara Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin( 14/ 4).
Permasalahan itu mulai terungkap pada pertengahan Juni 2022. Dikala itu, Inawati merasa terdapat yang janggal kala arus kas toko tersendat, sementara itu penjualan terkategori ramai.
“ Waktu ingin bayar supplier, uangnya tidak terdapat. Sementara itu toko ramai. Dari sana aku curiga,” katanya.
Sehabis dicek, ditemui ketidaksesuaian antara informasi stok serta keadaan benda di lapangan. Benda yang tercatat masih terdapat, nyatanya telah habis, tetapi duit hasil penjualannya tidak masuk ke kas.
Merasa terdapat kejanggalan, Inawati setelah itu melaksanakan audit internal dengan mempekerjakan karyawan spesial. Hasilnya, ditemui dugaan kerugian yang lumayan besar.
“ Dari audit, kerugian kami telah lebih dari Rp 400 juta,” ucapnya.
Tetapi, dikala dikonfirmasi, pelakon cuma mengakui perbuatannya dengan nominal jauh lebih kecil, ialah dekat Rp12, 5 juta.
Baca Juga : Sumpah Dengan Cara Injak Al-Qur’an Berbuntut Panjang
Modus Diskon 100 Persen sampai Manipulasi Nota
Dalam melaksanakan aksinya, pelakon diprediksi memakai bermacam metode buat mengelabui sistem. Salah satunya dengan membuat nota diskon sampai 100 persen, dan memanipulasi informasi retur benda.
Tidak cuma itu, pelakon pula diucap tidak mencatat benda yang masuk dari supplier, kemudian menjualnya tanpa tercatat dalam sistem.
“ Benda masuk tetapi tidak diinput, kemudian dijual. Terdapat pula nota diskon fiktif serta retur yang dimanipulasi,” jelas ia.
Tidak hanya itu, pelakon diprediksi menyetorkan duit hasil penjualan tidak cocok dengan jumlah sesungguhnya. Misalnya, dari pendapatan Rp10 juta, cuma Rp5 juta yang disetorkan.
Permasalahan itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian serta saat ini tengah bergulir di sidang. Inawati berharap pelakon menemukan hukuman setimpal dan mengembalikan kerugian yang dialaminya.
“ Kami memohon keadilan, baik secara pidana ataupun pengembalian kerugian. Ini usaha kami dari nol,” tegasnya.
Walaupun usahanya masih berjalan, Inawati mengaku wajib menanggung beban utang akibat kerugian tersebut.
“ Usaha senantiasa jalur, tetapi kami pula wajib menutup kerugian yang ditimbulkan,” ucapnya.
Situs Indocair pecahan yang beruntun disini.

