Dua Bocah SMP Terseret Ombak Di Pantai Tanggamus Lampung

Dua Bocah SMP Terseret Ombak Di Pantai Tanggamus Lampung
Rajabotak

Dua Bocah SMP – 2 bocah wanita yang masih berstatus pelajar SMP terseret ombak dikala mandi di Tepi laut Cukuh Batu, Pekon Terbaya, Kecamatan Kota Agung Pusat, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Peristiwa tersebut terjalin pada Jumat( 2/ 1/ 2026) dekat jam 13. 30 Wib.

Dalam rekaman video yang viral di media sosial, nampak beberapa masyarakat panik berupaya menyelamatkan kedua korban. Satu bocah sukses dievakuasi dalam keadaan sadar, sedangkan satu korban yang lain ditemui tidak sadarkan diri.

Korban yang menggunakan kaos biru serta celana jeans panjang itu nampak tergeletak lemas di pasir tepi laut. Masyarakat setelah itu membalikkan badan korban serta berupaya membagikan pertolongan awal buat menghasilkan air laut yang terisap.

Seseorang wanita nampak memukul bagian dada korban sembari berteriak memanggil kesadarannya. Tidak lama setelah itu, korban memuntahkan air laut serta mulai sadar, walaupun kondisinya nampak sangat lemas.

“ Tepuk itu dadanya, Allahu Akbar, La ilaha illallah, bangun nak, bangun,” teriak masyarakat dalam video tersebut.

Dua Bocah SMP Terseret Arus, Salah Satu Korban Masih Dirawat

Kapolsek Kota Agung, AKP Feriyantoni, membetulkan peristiwa tersebut. Ia berkata salah satu korban pernah tidak sadarkan diri serta saat ini masih menempuh perawatan kedokteran.

“ Alhamdulillah telah sadar. Terakhir kami cek di rumah sakit, kondisinya mulai normal serta telah dapat berbicara dengan orang tuanya,” ucap AKP Feriyantoni, Jumat( 2/ 1/ 2026).

Korban yang masih dirawat dikenal bernama Zilfana Gadis Safira( 14), masyarakat Pekon Terbaya Gang Minakjung. Sedangkan satu korban yang lain, Ayu Wandira( 14), dinyatakan selamat serta dalam keadaan sehat.

Kedua korban dievakuasi oleh masyarakat serta wisatawan tepi laut sehabis terseret arus laut. Zilfana setelah itu dilarikan ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, buat memperoleh penindakan kedokteran lebih lanjut.

Baca Juga : Jenazah Mahasiswi Gantung Diri Di Manado Ditemukan Lebam

” Kami sudah menghadiri posisi peristiwa, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, dan memohon penjelasan saksi serta orang tua korban buat mendalami peristiwa tersebut,” tandasnya.

Detik- Detik Terseret Ombak

Feriyantoni menuturkan, peristiwa bermula dekat jam 13. 00 Wib kala kedua korban berjalan kaki dari rumah mengarah tepi laut. Setibanya di posisi, mereka langsung mandi di laut bersama rekan- rekannya.

Awal mulanya, kedalaman air cuma setinggi pinggang orang berusia. Tetapi tanpa disadari, ombak besar seketika tiba serta menyeret kedua korban ke tengah laut.

“ Saksi sekalian korban, Ayu Wandira, mengaku tidak pandai berenang. Dikala ombak membengkak, mereka terbawa arus. Ayu pernah berteriak memohon tolong kala memandang temannya tidak sadarkan diri,” jelas Feriyantoni.

Teriakan tersebut mengundang atensi masyarakat serta wisatawan tepi laut. Korban setelah itu sukses ditolong serta langsung dilarikan ke rumah sakit, sehabis lebih dahulu menemukan pertolongan awal oleh masyarakat.

Polisi memperhitungkan peristiwa itu diprediksi dipicu oleh kelalaian korban yang senantiasa berenang dikala gelombang laut besar, ditambah sedikitnya pengawasan dan tidak terdapatnya rambu peringatan di posisi wisata.

“ Keadaan cuaca belum lama ini kerap hujan. Gelombang di kawasan Teluk Semaka cenderung lebih besar serta berpotensi beresiko,” ucapnya.

Ia merekomendasikan supaya pengelola tepi laut lekas memasang rambu peringatan bahaya, dan tingkatkan pengawasan, paling utama sebab posisi tersebut sering didatangi kanak- kanak.

” Kami pula hendak berkoordinasi dengan pemerintah wilayah serta Dinas Pariwisata guna menghindari peristiwa seragam terulang di kawasan wisata tepi laut Tanggamus,” tegasnya.

Situs Rajabotak pecahan yang beruntun disini!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *