Asap Oranye Dari Pabrik – Asap bercorak oranye pekat yang keluar dari PT Vopak Indonesia Halte Merak, diprediksi memiliki bahan kimia beresiko. Penemuan tersebut juga di informasikan ke Kementrian Area Hidup( LH) buat ditindaklanjuti.
” Jika beresiko, jika dilihat dari proses gas- nya itu beresiko, tinggal dilihat skalanya semacam apa. Kami telah sampaikan ke regu Kementrian LH,” ucap Kepala Dinas LH Cilegon, Sabri Mahyudin kepada wartawan, dilansir Selasa( 3/ 2/ 2026).
Sebanyak 6 perlengkapan pemantau hawa dipasang oleh Dinas LH Cilegon di dekat PT Vopak Halte Merak. Hasil sedangkan, mutu hawa telah dinyatakan nyaman.
Asap Oranye Dari Pabrik Diduga Berbahaya
Ia menjelaskan bahwa hasil akhir masih membutuhkan waktu untuk riset lanjutan. Sementara itu, pengukuran udara ambien telah selesai dilakukan pada malam sebelumnya. Seluruh peralatan pemantauan juga sudah dicabut. Ia menambahkan, hasil pemeriksaan diperkirakan dapat diperoleh dalam waktu lima hari. Namun, paling lambat hasil tersebut keluar dalam tujuh hari.
Diketahui, asap pekat berwarna oranye yang keluar dari PT Vopak diduga berasal dari reaksi kimia senyawa nitrat atau asam nitrat (HNO3). Zat tersebut bersifat korosif dan beracun. Paparan asam nitrat juga dapat menyebabkan luka bakar serius pada kulit.
Asam nitrat atau HNO3 lazim digunakan dalam berbagai sektor industri. Senyawa ini dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk nitrogen dan bahan peledak. Selain itu, HNO3 juga digunakan di industri pertambangan sebagai pelarut logam, termasuk emas. Tidak hanya itu, asam nitrat berperan dalam proses passivation baja tahan karat.
Baca Juga : Munculnya Jasad Tanpa Identitas Saat Bangkai Kapai Dievakuasi
Kesimpulan Polisi
Kesimpulan dini, polisi menyebut asap pekat warna oranye yang keluar dari PT Vopak Indonesia bukan kebocoran.
” Terdapatnya proses respon kimia dari cairan asam nitrat( HNO3) ataupun nitric acid yang dialirkan dengan metode didorong dengan memakai gas nitrogen buat mensterilkan pipa ke arah scrubber yang berikutnya memakai selang ataupun hose, dialirkan serta bercampur dengan base oil ataupun minyak pelumas di dalam kempu,” ucap Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, Pekan( 1/ 2/ 2026).
Dikala itu, petugas yang dapat mengawasi berangkat salat, dikala kembali, terdapat gelembung di dalam kempu ataupun tangki penyimpanan, setelah itu dikala dibuka, keluar asap pekat bercorak oranye itu.
” Sehabis itu petugas kembali, di mana kempu agak sedikit menggembung permukaannya serta berikutnya dibuka tutupnya, baru keluar gas bercampur asap yang bercorak oranye,” jelasnya.
Masyarakat Natural Sesak Napas
Lebih dahulu diberitakan, masyarakat di dekat PT Vopak Indonesia, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, digegerkan dengan penyebaran asap bercorak oranye pekat, Sabtu( 31/ 1/ 2026) sekira jam 14. 00 Wib.
Setelah itu sampai malam harinya, kurang lebih 56 masyarakat menghadiri Puskesmas Pulomerak buat periksakan kesehatannya, dengan keluhan sesak nafas, mual sampai pusing.
Sebaliknya Dinas Area Hidup( LH) Cilegon sudah memasang 4 perlengkapan pemantau hawa di dalam ataupun di luar industri. Hasilnya dapat dilihat pada Senin, 02 Februari 2026.
Situs Nagaempire pecahan yang beruntun disini!
